Blogs

Blogs

4 June, 2018
Widya, Sosok Perempuan Cantik, Pekerja Keras dan Menginspirasi

"Sukses tidak datang dari apa yang diberikan oleh orang lain, tapi datang dari keyakinan dan kerja keras kita sendiri" Tegas Widya.


Sebuah motivasi hidup Mbak Widya yang merupakan salah satu mitra Terbaik MJEK Indonesia. Bahwasanya kesuksesan tidak datang dari apa yang diberikan oleh orang lain, akan tetapi datang dari keyakinan dan kerja keras kita sendiri.


Tak hanya itu, Mbak Widya juga mengatakan bahwa dalam menjalani kehidupan ini, kita harus mengharapkan Ridha-Nya, cobaan dan ujian yang diberikan ke kita justru akan membuat kita semakin dewasa, semakin tegar dan mengerti tentang apa arti hidup yang sebenarnya.


Itulah yang diterapkan oleh Mbak Widya selama bergabung dengan MJEK Indonesia, beliau tetap semangat dan bekerja keras untuk menjalani hidup ini. Parasnya yang cantik bukan menjadi halangan untuk menjadi seorang driver ojek online.


"Intinya jangan pernah malu, apapun pekerjaannya yang penting halal maka kerjakanlah. Abaikan omongan negatif dari orang lain dan tunjukkan bahwa kita bisa sukses" Tambahnya.


Dihari Perempuan Internasional ini, Mbak Widya adalah salah satu sosok perempuan Hebat yang sangat menginspirasi. Banyak hal yang bisa kita petik dari kisah Mbak Widya, yang menentukan kesuksesan adalah kita sendiri dan apapun pekerjaan yang kita lakukan yang penting halal.


Selamat Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2018


#MJEKInspirasi

0 Comment
Blogs

4 June, 2018
Pak Lalu Darmawan, Single Fighter Yang Tangguh

Perjuangan hidup Pak Lalu Darmawan (41 Tahun) memberikan inspirasi bagi setiap orang.
Sejak 2009 beliau menjadi Satpam di Kantor Kementrian Agama Kota Mataram.


Pak Lalu sudah berkeluarga dengan usia pernikahan 11 Tahun dan dikarunia seorang putri.
Seiring berjalannya waktu, badai bahtera rumah tangga menghampiri keluarga Pak Lalu.
Beliau harus berpisah dengan sang istri dan putri beliau lebih memilih hidup bersama sang ayah.


"Tahun 2017 rumah tangga yang sudah kami bangun selama 11 tahun harus runtuh, kami harus berpisah" Jelas Pak Lalu.


Kejadian itu membuat Pak Lalu benar-benar merasa kebingungan dan merasa terpukul.
Pak Lalu memikirkan putrinya bagaimana harus menjalani hidup tanpa seorang ibu, tanpa kasih sayang dari seorang ibu.


"Saya benar-benar bingung saat itu, saya merangkap sebagai seorang ayah sekaligus ibu bagi putri saya" lanjutnya.


Beliau berfikir keras bagaimana bisa menghidupi sang anak seorang diri. 
Tugas pun semakin besar yaitu mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak, juga harus menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah . Bagaimana bekerja dan membagi waktu kebersamaan dengan sang anak.


Akhirnya Pak Lalu bergabung dengan MJEK Indonesia menjadi Mitra Driver dengan jam kerja yang dapat diatur sendiri, tempat kerja juga diatur sendiri dan pendapatan yang Alhamdulillah meningkat dan cukup untuk membiayani hidup Pak Lalu dan sang putri.


"MJEK Indonesia merupakan jawaban dari kebingungan yang saya alami, saya bisa bekerja tanpa mengurangi waktu kebersamaan dengan anak saya" Jelas Pak Lalu.


"Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan menyerah untuk mencoba, maka jangan katakan pada Allah SWT, aku punya masalah, tapi katakan pada masalah aku punya Allah yang maha segalanya" Tutup Pak Lalu.


#MJEKInspirasi

0 Comment
Blogs

3 June, 2018
Apapun Pekerjaanmu, Jangan Gengsi, So Yang Penting Halal

Tidak sedikit pengangguran intelektual yang menganggur lantaran tidak cocok dengan peluang kerja yang ada. 
Banyak yang merasa dikarenakan sudah mendapatkan gelar tinggi sehingga ada sedikit rasa gengsi untuk mengambil peluang kerja yang tak sesuai bidang mereka.


Angka pengangguran saat ini tinggi bukan hanya didominasi oleh kalangan miskin. Namun di dalamnya juga terdapat pengangguran intelektual yang memang memilih untuk menganggur. Akibatnya, banyak yang masih menggantungkan hidup pada orangtuanya.


Hal tersebut tidak berlaku bagi Rinaldi Wahyu Arisandi (24 Tahun) yang akrab di panggil Ari, salah satu mitra pejuang MJEK Indonesia yang kini menjadi idola khususnya para kaum hawa karena wajahnya yang tampan dan rupawan. 


Ari tidak pernah malu dan gengsi melakoni pekerjaan sampingan sebagai driver ojek online walaupun background pendidikan seorang sarjana dan saat ini juga Ari bekerja sebagai salah satu Pegawai Bank Swasta di Mataram.


"Saya tidak pernah malu dan gengsi menjadi driver ojek online walaupun saya seorang sarjana, yang penting halal dan tidak merugikan orang lain" Ujar Ari.


Ari juga menambahkan bahwa setiap orang terlahir dengan kemampuan masing-masing, banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita mau dan tidak malu melakukan suatu kebaikan.


"Jangan pernah kita memanjakan malu dan gengsi, karena malu dan gengsi tidak memberi makan, justru memiskinkan" Tegas Ari.


Mjekerz, dari kisah Ari kita dapat mengambil pesan moral bahwa kita sebenarnya sanggup untuk tidak mengeluh akan nasib yang sudah ditakdirkan. 


Kita hanya perlu belajar bersabar. Bersabar bukan berarti hanya tinggal diam tidak melakukan apa-apa. 
Bersabar adalah berusaha dengan semua kemampuan yang kita punya. 


Jangan malu dan gengsi. Banyak pekerjaan halal yang bisa kita lakukan.


#MJEKInspirasi


0 Comment
Blogs

3 June, 2018
Jadikan Waktu Luang Sebagai Uang

Hal itulah yang dialami oleh Pak Rino Himawan (33 Tahun) selama bergabung di MJEK Indonesia.


Dengan bekerja secara flexibel, Pak Rino yang memiliki usaha lain tetap dapat mendapatkan pendapatan lebih di MJEK dengan memanfaatkan waktu luang yang ada dan tetep memiliki waktu lebih untuk keluarga.


"Motivasi hidup saya saat ini ingin memberikan yang terbaik buat keluarga ingin memberikan kebahagiaan dengan rizki yang berkah" Ucapnya.


Manfaat unik lain yang didapatkan selama bergabung di MJEK Indonesia yaitu dapat mengenal banyak orang, jalan-jalan sambil dapat uang dan yang terpenting selau ada buat keluarga.


"Saya bisa jalan-jalan sambil dapat uang, saya bisa selalu ada buat keluarga dan di MJEK saya bisa mendapatkan itu semua" Lanjut Pak Rino yang pernah bekerja di  Finance dan di Perbankan BUMN.


"Harapan saya untuk MJEK Indonesia, semakin maju, semakin bermanfaat dan selalu memberikan bantuan bakti sosial untuk masalah bencana alam dan lainnya" lanjutnya.



#MJEKInspirasi

0 Comment
Blogs

3 June, 2018
Mengeluh atau Bersyukur??

"Mengeluh tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik, tapi justru menciptakan perasaan negatif masuk ke dalam diri kita" Ucap Pak Fajar.


Hal yang paling mudah dilakukan adalah mengeluh. Bagi beberapa orang, mengeluh telah menjadi suatu kebiasaan. 


Dari apa yang disampaikan Pak Fajar, salah satu mitra terbaik MJEK Indonesia bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik. 


Mengeluh justru akan menguras energi serta menciptakan perasaan negatif masuk dalam diri.
Bagaimana menghilangkan kebiasaan mengeluh? Menurut Pak Fajar Caranya sangat mudah sekali. 


Selalu belajar untuk mengeluarkan kata-kata positif. Selalu mengucapkan ucapan syukur dalam berbagai situasi. Karena ucapan syukur merupakan kenikmatan hidup, dengan bersyukur membuat hidup menjadi tentram, damai.


Misalnya mengeluh akan tumpukan pekerjaan, Mjekerzs perlu tahu berapa banyak jumlah pengangguran di Indonesia? 


"Ayok selalu mengungkapkan ucapan syukur serta tinggalkan kata “mengeluh”, bersyukur karena masih memiliki pekerjaan serta penghasilan dan Alhamdulillah saya sangat bersyukur menjadi MITRA MJEK Indonesia karena penghasilan yang besar serta berkah." Tegas Pak Fajar.


So, Ayok Kita Selalu Bersyukur Mjekerzz, karena ucapan syukur memiliki arti dan makna baik bagi kehidupan.


#MJEKInspirasi

0 Comment
Blogs

3 June, 2018
Demi Istri dan Si Buah Hati

Salah satu akhlak baik dalam rangka membangun keluarga yang bahagia adalah dengan bekerja keras untuk menafkahi anak istri. Suami yang baik tentunya bukan seorang pemalas yang memimpikan kehidupan sukses tanpa berupaya keras.


Hal ini dibuktikan oleh Pak Retno Bahari atau yang akrab dipanggil Pak Eno. Sebagai salah satu mitra MJEK Indonesia yang berprestasi, Pak Retno menunjukkan bahwa suami yang baik bukanlah yang bermalas-malasan namun yang berjuang dan bekerja keras untuk menafkahi istri dan anak dalam membangun keluarga kecil yang bahagia.


"Sebagai seorang suami, saya memiliki tanggungjawab untuk membahagiakan istri dan si kecil celine" Jelas Pak Retno.


Terbukti dengan berbagai prestasi, apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh MJEK Indonesia terhadap kerja keras dari Pak Retno diantaranya prestasi sebagai The Best Mitra, The Best Value dan prestasi lainnya.


"Alhamdulillah banyak penghargaan dan pendapatan yang saya dapatkan di MJEK Indonesia tentunya melalui kerja keras dan doa dari anak istri juga" Lanjutnya.


Dari cerita hidup Pak Retno kita dapat mengambil pelajaran bahwa kerja keras bukan hanya perbuatan mulia, namun juga sebagai bentuk ibadah yang dihargai oleh semua ajaran agama. Suami yang tak pernah lelah dalam mencukupi kebutuhan keluarga layak mendapatkan predikat sebagai lelaki sejati. 


Mungkin saja pekerjaan yang dijalankan tidak di kantor, tidak pula bekerja sebagai pegawai tinggi namun yang terpenting adalah niat dan ketulusan untuk menafkahi istri dan anak.


"Walaupun hanya sebagai Driver ojek Online, tapi di MJEK Indonesia penghasilan saya dapat mengalahkan gaji seorang Manager, sekali seminggu saya bisa belikan pizza untuk istri dan si kecil Celine dan saya bangga akan hal itu" Tutup Pak Retno.


#MJEKInspirasi

0 Comment